Di banyak fasilitas industri, motor listrik yang baru saja diperbaiki atau diganti ternyata kembali rusak dalam waktu singkat, bearing cepat aus, getaran tidak normal, bahkan lilitan motor ikut terdampak. Salah satu penyebab yang sering tidak diperiksa adalah shaft alignment yang tidak tepat.
Shaft alignment adalah prosedur teknis yang kerap dianggap sepele, padahal dampaknya langsung terasa pada umur pakai motor, pompa, dan seluruh komponen sistem penggerak.
Melalui artikel ini Kami akan coba menjelaskan apa itu shaft alignment, jenis misalignment yang paling umum, alat yang digunakan, dan kapan prosedur ini wajib dilakukan.

Shaft alignment adalah proses memastikan bahwa poros (shaft) motor penggerak dan poros mesin yang digerakkan, misalnya pompa, blower, atau kompresor, berada pada satu garis lurus yang sama, baik secara horizontal maupun vertikal.
Pada sistem penggerak industri, motor dan mesin dihubungkan melalui kopling (coupling). Meskipun kopling fleksibel dapat mengkompensasi sedikit ketidaklurusan, ia bukan solusi untuk misalignment yang signifikan.
Jika poros tidak sejajar, kopling akan menyerap beban yang tidak semestinya dan meneruskan gaya tersebut ke bearing motor dan mesin, inilah awal dari kerusakan yang seringkali dianggap sebagai "keausan normal".

Parallel misalignment terjadi ketika kedua poros sejajar satu sama lain tetapi tidak berada pada sumbu yang sama, salah satu lebih tinggi, lebih rendah, atau bergeser ke samping dibanding yang lain. Kondisi ini menghasilkan gaya radial yang terus-menerus menekan bearing setiap putaran poros.
Angular misalignment terjadi ketika kedua poros membentuk sudut satu sama lain, ujung poros yang bertemu di kopling tidak benar-benar saling menghadap lurus. Gaya yang dihasilkan bersifat aksial, menekan bearing ke arah memanjang poros.
Dalam praktik lapangan, misalignment murni satu jenis jarang terjadi. Sebagian besar kasus adalah kombinasi parallel dan angular sekaligus, yang berarti bearing menanggung beban radial dan aksial bersamaan. Ini yang membuat keausan bearing berlangsung jauh lebih cepat dari umur desainnya.
Baca Juga: Rotor Balancing: Solusi Mengatasi Getaran Berlebih pada Mesin Industri

Misalignment yang dibiarkan tidak hanya merusak bearing. Dampaknya bisa merambat ke seluruh sistem:
Baca Juga: Kenapa Dinamo Motor Listrik Cepat Rusak? Ini Penyebab dan Solusinya

Metode dial indicator (atau dial gauge) adalah pendekatan konvensional yang sudah digunakan lama di industri. Indikator dipasang pada satu poros dan diputar mengelilingi poros lainnya untuk mengukur perbedaan posisi secara mekanis.
Metode ini relatif terjangkau dari sisi peralatan, namun membutuhkan keahlian dan ketelitian tinggi dari teknisi. Proses pembacaan dan kalkulasi koreksi dilakukan secara manual, sehingga potensi kesalahan interpretasi lebih besar dibandingkan metode berbasis sensor.
Laser alignment menggunakan dua unit sensor yang dipasang pada masing-masing poros. Sistem ini memancarkan dan menerima sinyal laser untuk mengukur posisi relatif kedua poros secara presisi, lalu menampilkan hasil dan instruksi koreksi secara digital, termasuk berapa milimeter motor harus digeser atau shimnya harus ditambah/dikurangi.
Keunggulan metode laser adalah kecepatan, akurasi tinggi, dan minimnya kemungkinan kesalahan interpretasi manusia. Untuk aplikasi industri dengan putaran tinggi atau motor berkapasitas besar, laser alignment adalah standar yang direkomendasikan.
Baca Juga: Alignment Pompa: Metode, Fungsi, dan Pentingnya untuk Performa Mesin Industri

Shaft alignment bukan prosedur sekali pasang lalu selesai. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan alignment dilakukan ulang:
Baca Juga: Kapan Harus Melakukan Perawatan Motor 3 Phase?
Satu hal yang perlu diperhatikan: alignment juga dapat berubah saat mesin sudah beroperasi dalam kondisi panas (thermal growth). Mesin yang terlihat lurus saat dingin bisa bergeser saat mencapai suhu operasional penuh. Teknisi berpengalaman memperhitungkan faktor ini saat menentukan target koreksi alignment.
Baca Juga: Komponen Vital Motor Listrik yang Wajib Diperiksa Saat Overhaul
Shaft alignment yang tepat adalah fondasi dari sistem penggerak yang andal dan efisien. Misalignment, sekecil apapun, adalah beban tersembunyi yang terus menggerus bearing, kopling, dan lilitan motor dari dalam, tanpa selalu menunjukkan gejala yang jelas di awal.
Jika fasilitas Anda mengalami bearing yang sering diganti, getaran tidak normal, atau motor yang kembali bermasalah tak lama setelah diperbaiki, shaft alignment adalah salah satu hal pertama yang perlu diperiksa.
PT Intidaya Dinamika Sejati, melalui layanan di rewindingmotor.co.id, menangani pemeriksaan kondisi motor, overhaul, rewinding, hingga alignment sebagai bagian dari program perawatan menyeluruh untuk mesin industri Anda. Konsultasikan kondisi motor Anda sebelum kerusakan kecil berkembang menjadi downtime yang lebih besar.
Baca Juga: Pengujian Wajib Setelah Rewinding Motor Listrik
