Rewinding motor listrik adalah investasi besar yang seharusnya mengembalikan performa motor seperti baru. Namun, rewinding tanpa pengujian yang tepat adalah seperti membangun rumah tanpa quality control - hasilnya bisa bagus, bisa juga gagal dalam waktu singkat. Sayangnya, banyak motor hasil rewinding gagal dalam beberapa bulan pertama karena tidak melalui proses testing yang komprehensif.
Sebagai teknisi dengan pengalaman puluhan tahun di bidang rewinding motor listrik, kami melihat terlalu banyak kasus motor yang di-rewinding dengan baik secara teknis, tapi gagal karena skip tahap pengujian. Kesalahan kecil yang tidak terdeteksi saat testing, seperti isolasi yang tidak sempurna atau koneksi yang kurang baik, bisa menyebabkan motor short circuit, grounding, bahkan kebakaran.
Artikel ini akan menjelaskan pengujian wajib yang harus dilakukan setelah rewinding, standar yang harus dipenuhi, dan mengapa Anda sebagai customer berhak mendapatkan test report lengkap.
Proses rewinding melibatkan banyak tahapan manual yang rawan terhadap human error. Seorang teknisi harus menghitung dengan tepat jumlah lilitan, diameter kawat, dan skema koneksi. Kesalahan kecil dalam perhitungan bisa berakibat fatal: jumlah lilitan yang salah membuat motor tidak optimal, koneksi yang salah bisa membuat motor tidak jalan atau bahkan short circuit, dan isolasi yang tidak sempurna bisa menyebabkan grounding yang berujung pada kebakaran.

Varnish atau bahan isolasi yang diaplikasikan pada lilitan juga harus benar-benar kering dan meresap sempurna. Jika varnish belum kering sempurna, isolasi akan gagal dalam waktu singkat saat motor beroperasi dan menghasilkan panas. Proses pengeringan yang tidak sempurna adalah salah satu penyebab utama kegagalan prematur motor hasil rewinding.
Standard industri internasional seperti IEEE dan NEMA mengharuskan pengujian komprehensif setelah rewinding, ini bukan optional, tapi mandatory untuk motor yang aman dan reliable.
Baca Juga : Apa yang Terjadi Jika Motor Listrik Tidak Pernah Di-Rewind?
Insulation resistance test atau yang lebih dikenal sebagai megger test adalah pengujian paling krusial setelah rewinding. Test ini mengukur kualitas isolasi lilitan terhadap ground (body motor), yang menentukan apakah motor aman untuk dioperasikan atau tidak.
Test dilakukan pada tiga titik: antara phase R-S, S-T, T-R, dan masing-masing phase ke ground. Nilai rendah mengindikasikan isolasi bocor, varnish belum kering sempurna, atau ada kelembaban pada lilitan.
Baca Juga : 7 Cara Memilih Kawat Email Tembaga Motor Industri
Konsekuensi jika skip test ini sangat serius: motor bisa mengalami grounding saat dioperasikan, menyebabkan MCB trip berulang, atau dalam kasus terburuk, short circuit dan kebakaran.
Continuity test memastikan tidak ada lilitan yang putus, sementara resistance balance mengukur keseimbangan resistansi setiap phase untuk motor 3 phase. Test ini menggunakan multimeter digital dengan akurasi tinggi untuk mendapatkan pembacaan yang presisi.
Ketidakseimbangan resistansi bisa disebabkan oleh jumlah lilitan yang tidak sama antar phase, kualitas koneksi yang buruk, atau bahkan diameter kawat yang berbeda.
Dampaknya, motor akan panas tidak merata, satu phase akan bekerja lebih keras dari phase lainnya, menyebabkan umur motor pendek dan risiko kegagalan prematur. Motor juga akan mengalami getaran yang tidak normal karena ketidakseimbangan elektromagnetik.
Polarization Index test adalah pengujian lanjutan dari megger test, khususnya penting untuk kondisi tropis atau lingkungan dengan kelembaban tinggi seperti di Indonesia. Test ini mengukur kualitas isolasi terhadap kelembaban dan memastikan varnish sudah kering sempurna.
Nilai PI yang rendah mengindikasikan varnish belum kering sempurna atau ada kelembaban yang terperangkap dalam lilitan. Motor dengan PI rendah harus dikeringkan lebih lanjut di oven khusus pada suhu 80-100°C selama beberapa jam, kemudian di-test ulang.
Test ini sangat penting untuk motor yang baru di-rewinding dan di-varnish, karena memastikan isolasi benar-benar siap untuk operasional jangka panjang.
High potential test atau hi-pot test adalah stress test untuk memastikan isolasi mampu menahan tegangan tinggi tanpa breakdown. Test ini biasanya dilakukan untuk motor besar atau motor kritikal dengan kapasitas di atas 10 HP yang memerlukan reliability tinggi.
Jika motor lulus hi-pot test, ini adalah jaminan kuat bahwa isolasi lilitan sangat robust dan mampu menahan stress elektrikal yang tinggi. Banyak workshop tidak melakukan test ini karena tidak memiliki peralatan hi-pot tester yang cukup mahal, namun untuk motor-motor kritikal atau motor yang beroperasi di lingkungan harsh, customer berhak untuk meminta hi-pot test sebagai jaminan kualitas.
No-load running test adalah pengujian motor tanpa beban untuk mengecek performa dasar. Motor dijalankan tanpa coupling ke mesin atau beban apapun, dan beberapa parameter penting dimonitor selama minimal 30-60 menit.
Parameter yang diperhatikan adalah ampere no-load yang harus sesuai dengan nameplate motor atau bahkan lebih rendah, biasanya sekitar 30-40 persen dari full load ampere.
Ampere no-load yang terlalu tinggi mengindikasikan beberapa kemungkinan masalah: short turn pada lilitan, air gap antara stator dan rotor tidak uniform, atau bearing terpasang terlalu kencang. Untuk motor besar, running test sebaiknya dilakukan selama minimal satu jam untuk memastikan tidak ada masalah yang muncul setelah motor mencapai suhu operasional.
Load test adalah pengujian ideal yang dilakukan dengan memberikan beban pada motor, baik beban sebenarnya atau equivalent load pada test bed. Tidak semua workshop memiliki fasilitas test bed, terutama untuk motor-motor besar, sehingga test ini sering dilakukan setelah instalasi di site customer.
Load test memberikan gambaran paling akurat tentang performa motor di kondisi operasional sebenarnya. Jika workshop memiliki test bed, ini adalah nilai tambah besar karena memastikan motor sudah teruji sepenuhnya sebelum diserahkan. Jika tidak, minimal harus ada kesepakatan untuk monitoring saat commissioning pertama kali di site customer untuk memastikan semua parameter dalam range yang baik.
Vibration test mengukur tingkat getaran motor menggunakan vibration meter atau bahkan aplikasi smartphone yang memiliki sensor accelerometer. Standar internasional ISO 10816 memberikan guideline: getaran di bawah 1.8 mm/s dianggap very good, 1.8-4.5 mm/s dianggap good, 4.5-11.2 mm/s masih acceptable namun perlu monitoring, dan di atas 11.2 mm/s dianggap unacceptable dan harus diperbaiki.
Getaran tinggi setelah rewinding biasanya mengindikasikan rotor tidak ter-balance dengan baik, bearing tidak terpasang dengan pas, atau air gap tidak uniform. Masalah ini harus diperbaiki dengan melakukan rotor balancing ulang, reposisi bearing, atau koreksi alignment.
Noise level atau tingkat kebisingan juga merupakan indikator quality yang baik. Motor yang di-rewinding dengan baik seharusnya beroperasi dengan noise level yang sama atau bahkan lebih rendah dari sebelum rewinding. Noise berlebihan bisa mengindikasikan masalah mekanis atau elektrikal yang perlu investigasi lebih lanjut.
Baca Juga : Cara Merawat Kawat Lilitan Email Tembaga Agar Motor Listrik Lebih Awet
Workshop yang profesional akan memberikan test report lengkap yang mendokumentasikan semua hasil pengujian. Test report harus mencakup data motor lengkap seperti merk, type, HP, voltage, dan RPM, hasil insulation resistance test untuk setiap phase, hasil continuity dan resistance balance, hasil PI test jika dilakukan, ampere no-load dan temperature setelah running test, serta catatan kondisi motor dan rekomendasi jika ada.
Test report ini bukan hanya formalitas, tapi dokumen penting yang harus Anda simpan sebagai bagian dari record maintenance motor. Dokumen ini menjadi baseline untuk maintenance dan troubleshooting di masa depan. Jika motor mengalami masalah di kemudian hari, test report ini membantu teknisi memahami kondisi motor saat pertama kali selesai rewinding.
Sebagai customer, Anda berhak untuk mendapatkan test report lengkap. Jangan terima motor hasil rewinding tanpa dokumentasi testing yang proper. Workshop yang confident dengan kualitas pekerjaannya akan dengan bangga menunjukkan hasil test dan memberikan dokumentasi lengkap sebagai bukti quality workmanship.
Baca Juga : Overhaul Motor DC vs Motor AC: Perbedaan Proses, Biaya, dan Perawatan yang Harus Anda Ketahui
Pengujian komprehensif setelah rewinding adalah jaminan bahwa motor Anda telah di-rewinding dengan kualitas tinggi dan siap untuk beroperasi dengan aman dan optimal. Tujuh jenis test yang telah dibahas, insulation resistance, continuity balance, polarization index, hi-pot test, no-load running, load test, dan vibration test adalah standar minimum yang harus dilakukan oleh setiap workshop profesional.
Jangan pernah menerima motor hasil rewinding tanpa test report yang lengkap. Anda berhak untuk mengetahui kondisi motor Anda dan memastikan bahwa investasi rewinding memberikan hasil yang maksimal. Testing bukan hanya untuk melindungi workshop dari klaim garansi, tapi lebih penting lagi untuk melindungi Anda dari kerugian akibat motor yang gagal prematur.

PT Intidaya Dinamika Sejati di Jember, Jawa Timur adalah workshop rewinding motor listrik yang menerapkan standar testing internasional untuk setiap motor yang kami kerjakan. Kami memahami bahwa testing komprehensif adalah bagian integral dari rewinding berkualitas, bukan optional.
Jangan percayakan rewinding motor Anda pada workshop yang tidak melakukan testing proper. Hubungi PT Intidaya Dinamika Sejati untuk rewinding berkualitas dengan jaminan testing komprehensif dan dokumentasi lengkap.