Tahukah Anda bahwa performa pompa tidak hanya ditentukan oleh kualitas mesin atau daya motor penggeraknya? Ada satu hal yang sering dianggap sepele, tetapi justru sangat berpengaruh pada umur dan efisiensi kerja mesin yaitu alignment pompa atau penyelarasan antara motor dan pompa.
Bayangkan ketika dua roda gigi tidak sejajar, maka gesekan yang terjadi akan lebih besar, suara menjadi bising, dan komponen cepat aus. Hal yang sama terjadi pada pompa yang tidak selaras dengan baik. Akibatnya, muncul getaran berlebih, konsumsi listrik meningkat, hingga kerusakan dini pada bearing atau kopling.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu alignment pompa, mengapa penting dilakukan, serta bagaimana cara memastikan pompa Anda selalu dalam kondisi optimal.
(sumber : wartapelatihan.com)
Secara sederhana, alignment pompa adalah proses menyelaraskan posisi antara poros motor dan poros pompa agar keduanya berada dalam satu garis lurus. Tujuannya? Supaya energi dari motor bisa ditransfer ke pompa dengan efisien tanpa menimbulkan getaran atau tekanan berlebih pada komponen mesin.
Kalau diibaratkan, alignment itu seperti memastikan roda mobil tidak miring. Roda yang tidak sejajar membuat mobil sulit dikendalikan dan ban cepat habis. Begitu pula dengan pompa — jika poros motor dan pompa tidak sejajar, maka bagian-bagian mesin akan bekerja lebih berat dari seharusnya.
Dalam praktiknya, ada beberapa jenis penyelarasan yang biasanya diperiksa, yaitu:
Horizontal Alignment (Penyelarasan Mendatar)
Memastikan posisi motor dan pompa sejajar dari sisi kiri ke kanan.
Vertical Alignment (Penyelarasan Vertikal)
Mengecek apakah kedua poros sejajar dari atas ke bawah.
Angular dan Parallel Misalignment
Kedua jenis kesalahan alignment ini bisa menimbulkan efek yang sama: getaran, panas berlebih, dan keausan pada komponen.
Baca Juga : Apa yang Terjadi Jika Motor Listrik Tidak Pernah Di-Rewind?
Berikut beberapa efek yang sering terjadi akibat misalignment atau ketidaksejajaran antara motor dan pompa:
Pompa yang tidak sejajar akan menimbulkan getaran tidak normal saat beroperasi. Getaran ini bukan hanya mengganggu, tapi juga bisa menjadi tanda bahwa komponen di dalam mesin sedang “berjuang” melawan gaya yang tidak seimbang. Lama-kelamaan, hal ini bisa mempercepat kerusakan mekanis.
Bearing dan kopling adalah dua bagian yang paling rentan terhadap misalignment. Saat posisi poros tidak sejajar, beban kerja tidak terbagi rata. Akibatnya, bearing cepat aus dan kopling bisa rusak lebih cepat dari umur normalnya.
Pompa yang tidak ter-align dengan baik membutuhkan tenaga lebih besar untuk berputar. Artinya, motor listrik harus bekerja lebih keras yang ujung-ujungnya membuat biaya listrik meningkat.
Tekanan tidak seimbang bisa membuat mechanical seal tidak menutup sempurna, menyebabkan kebocoran cairan. Selain itu, shaft (poros) juga bisa bengkok atau retak jika terus-menerus menerima beban tidak simetris.
Misalignment yang dibiarkan bisa berujung pada kerusakan total. Saat mesin berhenti beroperasi karena harus diperbaiki, produksi pun ikut terhenti dan biaya downtime seringkali jauh lebih besar dibanding biaya melakukan alignment secara rutin.
Baca Juga : Kenapa Dinamo Motor Listrik Cepat Rusak? Ini Penyebab dan Solusinya
(sumber : pumpfocus.com)
Dalam melakukan alignment pompa, ada beberapa metode yang biasa digunakan di lapangan. Setiap metode memiliki kelebihan dan tingkat keakuratan yang berbeda tergantung pada kebutuhan dan teknologi yang digunakan. Mari kita bahas satu per satu.
Metode ini menggunakan alat bantu sederhana seperti straight edge dan dial indicator.
Kelebihan metode manual adalah biaya yang relatif murah dan alatnya mudah ditemukan. Namun, metode ini sangat bergantung pada pengalaman teknisi dan memiliki tingkat kesalahan manusia (human error) yang cukup tinggi.
Metode ini masih banyak digunakan untuk perawatan rutin atau pengecekan cepat di lapangan.
Seiring perkembangan teknologi, kini banyak industri beralih menggunakan laser alignment.
Metode ini menggunakan sensor laser yang dipasang pada poros motor dan pompa untuk mendeteksi posisi keduanya secara presisi. Sistem akan langsung menampilkan hasil pengukuran di layar digital, lengkap dengan arah dan besaran koreksi yang perlu dilakukan.
Kelebihan utamanya adalah:
Dengan laser alignment, risiko kesalahan teknisi bisa ditekan, dan hasil alignment lebih konsisten. Tak heran, metode ini kini menjadi standar di banyak pabrik modern.
Setiap pabrik mungkin memiliki kebijakan dan kebutuhan berbeda. Untuk peralatan penting yang beroperasi terus-menerus, laser alignment tentu lebih direkomendasikan karena hasilnya lebih presisi dan efisien dalam jangka panjang.
Melakukan alignment sekali saja tidak cukup. Seiring waktu, posisi pompa dan motor bisa berubah karena getaran, suhu, atau aktivitas maintenance. Oleh karena itu, re-alignment atau pengecekan ulang perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem tetap sejajar dan bekerja optimal.
Berikut beberapa kondisi yang menjadi tanda atau momen tepat untuk melakukan re-alignment:
1. Setelah Melakukan Perawatan atau Pembongkaran Mesin
Setiap kali pompa atau motor dibongkar — misalnya saat mengganti bearing, kopling, atau seal — posisi poros bisa sedikit bergeser. Setelah perakitan kembali, wajib dilakukan alignment ulang agar komponen bekerja di posisi semestinya.
2. Setelah Terjadi Getaran atau Suara Tidak Normal
Getaran berlebih, suara berdengung, atau panas tidak wajar pada area kopling adalah sinyal bahwa kemungkinan besar poros sudah tidak sejajar lagi. Jangan dibiarkan terlalu lama, karena bisa mempercepat kerusakan.
3. Setelah Pompa Dipindahkan atau Diletakkan Kembali
Mesin yang dipindah tempat atau mengalami perubahan posisi fondasi pasti butuh pengecekan alignment ulang. Bahkan pergeseran kecil di lantai atau getaran dari mesin lain di sekitar bisa memengaruhi posisi pompa.
4. Setelah Terjadi Perubahan Temperatur atau Kondisi Operasional
Beberapa pompa industri bekerja pada suhu tinggi. Ketika logam memuai karena panas, posisi poros bisa berubah sedikit. Karena itu, pabrik yang beroperasi dalam kondisi ekstrem sebaiknya memiliki jadwal alignment berkala, misalnya setiap 6 bulan sekali.
5. Sebagai Bagian dari Preventive Maintenance
Idealnya, alignment dicek secara rutin meskipun tidak ada gejala kerusakan. Banyak perusahaan kini memasukkan alignment ke dalam jadwal preventive maintenance agar mesin selalu dalam kondisi ideal dan downtime bisa diminimalkan.
Melakukan re-alignment secara berkala jauh lebih murah daripada menunggu kerusakan besar terjadi. Dengan penyelarasan yang tepat, pompa akan bekerja lebih efisien, tahan lama, dan biaya perawatan pun bisa ditekan.
Jika Anda ingin memastikan performa mesin industri tetap optimal, jangan abaikan pentingnya alignment pompa yang tepat. Proses ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya sangat besar terhadap efisiensi, keamanan, dan umur peralatan Anda.
Di PT Intidaya Dinamika Sejati, kami menyediakan layanan laser alignment pompa dengan hasil presisi tinggi.
Dengan lokasi di Jember, Jawa Timur, kami siap melayani berbagai kebutuhan industri mulai dari pabrik, instalasi pengolahan, hingga fasilitas produksi yang membutuhkan ketelitian dalam penyelarasan mesin.
Jangan tunggu sampai mesin bermasalah baru melakukan alignment. Hubungi tim kami untuk konsultasi atau jadwalkan layanan laser alignment agar sistem pompa Anda tetap berjalan lancar dan efisien.