Overhaul motor listrik bukan sekadar membongkar, membersihkan, dan merakit kembali. Proses ini memerlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap komponen vital untuk memastikan motor dapat beroperasi optimal setelah diperbaiki.
Sayangnya, banyak teknisi yang kurang berpengalaman sering melewatkan pemeriksaan detail pada komponen-komponen kritis, yang akhirnya menyebabkan kerusakan berulang dalam waktu singkat.
Sebagai teknisi dengan pengalaman puluhan tahun menangani overhaul motor listrik di berbagai industri, Kami telah melihat bagaimana pemeriksaan yang teliti dapat memperpanjang usia motor hingga bertahun-tahun, sementara pemeriksaan yang asal-asalan hanya menghasilkan perbaikan sementara.
Pada artikel ini Kami ingin membahas tujuh komponen vital yang wajib diperiksa secara detail saat melakukan overhaul motor listrik, lengkap dengan metode pemeriksaan dan standar yang harus dipenuhi untuk menjamin kualitas perbaikan.
Bearing adalah komponen pertama dan paling krusial yang harus diperiksa saat overhaul motor listrik. Komponen ini berfungsi sebagai penopang shaft motor agar dapat berputar dengan halus dan minim gesekan. Bearing yang rusak adalah penyebab utama 40-50% kegagalan motor listrik di lapangan.
Ada dua jenis bearing yang umum digunakan pada motor listrik: ball bearing untuk motor kecil hingga menengah, dan roller bearing untuk motor besar dengan beban tinggi. Tanda-tanda bearing yang sudah aus meliputi suara kasar seperti gemeretak saat motor berputar, getaran berlebih yang dapat dirasakan pada body motor, dan panas berlebihan pada area bearing housing.
Baca Juga : Aplikasi Electromotor dalam Setiap Industri Modern
Pemeriksaan bearing dilakukan dengan melepasnya dari shaft, kemudian memutar inner race secara manual sambil mendengarkan dan merasakan apakah ada bunyi kasar atau hambatan. Bearing yang baik akan berputar sangat halus dan hampir tanpa suara. Periksa juga kondisi fisik bearing: apakah ada karat, bintik-bintik pada race, atau cage yang patah atau retak.
Jangan pernah kompromi dengan bearing. Meskipun bearing masih bisa berputar, jika sudah menunjukkan tanda-tanda keausan sekecil apapun, segera ganti dengan yang baru. Gunakan bearing original atau setara dengan kualitas terjamin, karena bearing murah berkualitas rendah justru akan lebih cepat rusak dan merusak shaft motor. Bearing berkualitas baik dengan pemasangan yang benar bisa bertahan 5-10 tahun dalam kondisi operasional normal.
(sumber : igloo.co.id)
Shaft atau poros motor adalah komponen yang mentransmisikan daya dari rotor ke beban mekanis. Pemeriksaan shaft sangat penting karena shaft yang bengkok atau aus akan menyebabkan getaran, kerusakan bearing prematur, dan bahkan kerusakan pada mesin yang dikopel.
Pemeriksaan utama shaft adalah mengukur kebengkokan atau run-out menggunakan dial indicator. Shaft harus dipasang pada V-block atau bearing, kemudian dial indicator diletakkan menyentuh permukaan shaft di tengah. Putar shaft perlahan dan perhatikan pembacaan dial indicator. Untuk motor standar, run-out maksimal yang diperbolehkan adalah 0.05 mm (50 mikron). Jika melebihi nilai ini, shaft harus diluruskan atau diganti.
Baca Juga : Apa yang Terjadi Jika Motor Listrik Tidak Pernah Di-Rewind?
Periksa juga kondisi permukaan shaft terutama pada area yang kontak dengan bearing dan seal. Permukaan harus halus tanpa goresan dalam, korosi, atau pitting. Gunakan mikrometer untuk mengukur diameter shaft di beberapa titik untuk memastikan tidak ada keausan berlebih. Keausan lebih dari 0.1 mm dari spesifikasi original mengharuskan penggantian shaft.
Pada area keyway (alur pasak), periksa apakah ada keretakan atau deformasi. Keyway yang rusak dapat menyebabkan coupling atau pulley longgar saat beroperasi. Jika ditemukan shaft bengkok pada motor kecil hingga menengah, lebih ekonomis mengganti shaft baru. Namun untuk motor besar, shaft bisa diluruskan dengan press hidrolik oleh teknisi berpengalaman.
Stator dan rotor core adalah komponen magnetik yang terbuat dari laminasi besi silikon yang ditumpuk dan diisolasi satu sama lain. Fungsi utamanya adalah sebagai jalur medan magnet yang menghasilkan torsi pada motor. Kondisi core sangat mempengaruhi efisiensi dan performa motor.
Pemeriksaan visual core dimulai dengan melihat kondisi laminasi. Pastikan tidak ada laminasi yang terkelupas, terangkat, atau short satu sama lain. Laminasi yang short akan menyebabkan eddy current berlebih yang menghasilkan panas dan menurunkan efisiensi motor drastis. Periksa juga apakah ada korosi atau karat pada permukaan core, terutama pada motor yang pernah terendam atau terpapar kelembaban tinggi.
Baca Juga : Rotor Balancing: Solusi Mengatasi Getaran Berlebih pada Mesin Industri Anda
Core yang retak atau patah adalah masalah serius yang biasanya tidak bisa diperbaiki. Keretakan bisa terjadi akibat overheat ekstrem, mechanical shock, atau kesalahan handling saat rewinding sebelumnya. Jika ditemukan keretakan signifikan, motor sebaiknya tidak digunakan lagi atau core harus diganti total.
Air gap atau celah udara antara stator dan rotor juga harus diperiksa. Gunakan feeler gauge untuk mengukur air gap di beberapa titik sekeliling rotor. Air gap harus seragam dengan toleransi maksimal 10% dari nilai rata-rata. Air gap tidak seragam mengindikasikan bearing rusak, shaft bengkok, atau body motor yang tidak presisi. Air gap standar biasanya berkisar 0.3-1.5 mm tergantung ukuran motor.
Meskipun overhaul berbeda dengan rewinding, pemeriksaan kondisi lilitan tetap wajib dilakukan untuk memastikan lilitan masih layak digunakan. Lilitan yang sudah rusak sebagian akan menyebabkan masalah berulang meskipun komponen mekanis sudah diperbaiki.
Pemeriksaan visual lilitan meliputi pengecekan kondisi isolasi kawat. Perhatikan apakah ada isolasi yang retak, mengelupas, atau berubah warna menjadi coklat kehitaman yang mengindikasikan overheating. Jika ada bau terbakar yang kuat atau terlihat jelaga pada lilitan, ini tanda pasti bahwa lilitan sudah mengalami kerusakan internal meskipun secara kasat mata masih terlihat utuh.
Baca Juga : Perbedaan Jasa Rewinding Profesional dan Amatir: Panduan Memilih Layanan Terbaik
Pemeriksaan elektrikal adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan. Gunakan megger atau insulation tester dengan tegangan 500V untuk motor 220/380V, atau 1000V untuk motor 3-6kV. Ukur resistansi isolasi antara lilitan dengan ground (body motor). Nilai yang baik minimal 10 MegaOhm untuk motor yang sudah dipakai, atau minimal 100 MegaOhm untuk motor baru. Jika nilai di bawah 1 MegaOhm, lilitan sudah tidak layak dan harus di-rewinding.
Lakukan juga continuity test dengan multimeter untuk memastikan tidak ada lilitan yang putus. Untuk motor 3 phase, ukur resistansi antara setiap phase, nilai harus seimbang dengan selisih maksimal 5%. Terakhir, lakukan ground test untuk memastikan tidak ada koneksi antara lilitan dengan body motor. Jika semua pengujian passed, lilitan masih aman untuk digunakan kembali.
End cover atau penutup ujung motor berfungsi sebagai pelindung komponen internal dan tempat dudukan bearing. Komponen ini sering diabaikan padahal kerusakannya bisa menyebabkan masalah serius. Periksa end cover dengan teliti, terutama area bearing housing. Pastikan tidak ada keretakan pada struktur, terutama di sekitar bearing seat.
Ulir baut pada end cover juga harus diperiksa. Ulir yang rusak atau aus akan menyebabkan baut tidak dapat dikencangkan dengan torsi yang tepat, yang berakibat pada bearing tidak terpasang presisi atau end cover goyang saat beroperasi. Jika ulir rusak, bisa dilakukan reparasi dengan helicoil atau tap ulir baru dengan ukuran lebih besar.
Body motor adalah struktur utama yang menopang semua komponen. Periksa apakah ada deformasi, keretakan, atau korosi parah pada body. Deformasi body akan menyebabkan air gap tidak seragam dan bearing tidak align dengan benar. Korosi yang parah terutama pada motor dengan IP rating tinggi bisa mengurangi proteksi terhadap debu dan air.
Sistem ventilasi pada body motor juga sangat penting. Periksa cooling fin apakah masih utuh dan bersih dari kotoran yang menghambat aliran udara. Lubang ventilasi harus dibersihkan total dari debu dan kotoran menggunakan compressed air. Motor dengan ventilasi buruk akan cepat overheat meskipun komponen lain dalam kondisi baik.
Terminal box adalah tempat koneksi antara kabel eksternal dengan lilitan motor. Komponen ini sering basah atau terkontaminasi kotoran sehingga menyebabkan korosi dan koneksi buruk. Buka terminal box dan periksa kondisi terminal connection dengan teliti.
Terminal yang terkorosi harus dibersihkan hingga mengkilap dengan amplas halus atau sikat kawat. Korosi pada terminal menyebabkan resistansi kontak meningkat, yang menghasilkan panas berlebih dan bisa menyebabkan kebakaran. Jika terminal sudah terlalu aus atau korosi parah, ganti dengan terminal baru yang sesuai kapasitas arus motor.
Kabel internal yang menghubungkan terminal box ke lilitan juga harus diperiksa. Kabel yang sudah keras, retak, atau isolasinya rapuh harus diganti. Pastikan semua koneksi dikencangkan dengan torsi yang sesuai menggunakan torque wrench. Koneksi longgar adalah penyebab utama hot spot yang dapat membakar terminal dan bahkan lilitan motor.
Baca Juga : Alignment Pompa: Metode, Fungsi, dan Pentingnya untuk Performa Mesin Industri
Periksa juga bushing atau cable gland tempat masuknya kabel dari luar. Pastikan masih kencang dan seal karet masih elastis. Gasket pada penutup terminal box harus dalam kondisi baik untuk menjaga IP rating motor. Ganti gasket yang sudah keras atau sobek dengan yang baru untuk mencegah masuknya air dan debu ke dalam terminal box.
(sumber : alibaba.com)
Fan atau kipas pendingin berperan vital dalam menjaga suhu operasional motor tetap dalam batas aman. Motor listrik yang overheating akan mengalami degradasi isolasi lilitan yang memperpendek umur motor secara drastis. Periksa kondisi fan dengan cermat, pastikan tidak ada blade yang retak, patah, atau bengkok.
Fan yang tidak balance akan menyebabkan getaran dan noise berlebih. Jika ada blade yang rusak, sebaiknya ganti fan dengan yang baru daripada mencoba memperbaiki. Fan yang sudah aus atau retak juga harus diganti karena bisa pecah saat beroperasi dengan kecepatan tinggi dan merusak komponen lain.
Fan cover yang melindungi fan juga harus diperiksa strukturnya. Pastikan tidak ada keretakan dan semua lubang ventilasi bersih dari kotoran. Ventilasi yang tersumbat oleh debu, kotoran, atau sarang serangga akan mengurangi aliran udara pendingin hingga 50%, menyebabkan motor mudah overheat.
Bersihkan seluruh jalur ventilasi motor menggunakan compressed air bertekanan. Perhatikan cooling fin di dalam motor dan pastikan tidak ada kotoran yang menempel. Sistem pendinginan yang optimal bisa menurunkan suhu operasional motor hingga 20-30 derajat Celsius, yang secara langsung memperpanjang usia motor hingga dua kali lipat.
Baca Juga : Kapan Harus Melakukan Perawatan Motor 3 Phase?
Overhaul motor listrik yang berkualitas memerlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua komponen vital, bukan hanya sekadar penggantian bearing dan pembersihan. Setiap komponen yang dibahas di atas memiliki peran krusial dalam performa dan reliabilitas motor. Melewatkan pemeriksaan satu komponen saja bisa menyebabkan kegagalan prematur yang merugikan.
Pemeriksaan komponen motor memerlukan keahlian, pengalaman, dan peralatan ukur yang tepat. Kesalahan diagnosis atau standar pemeriksaan yang tidak ketat akan menghasilkan overhaul berkualitas rendah yang hanya bertahan beberapa bulan.
PT Intidaya Dinamika Sejati di Jember, Jawa Timur menyediakan layanan overhaul motor listrik profesional dengan standar pemeriksaan yang ketat dan teknisi bersertifikat. Kami memahami setiap detail komponen motor dan menggunakan peralatan ukur presisi untuk memastikan kualitas perbaikan terbaik.
Layanan Overhaul Kami Meliputi:
Jangan biarkan motor listrik Anda ditangani oleh teknisi yang asal kerja. Hubungi PT Intidaya Dinamika Sejati untuk konsultasi gratis dan jadwalkan overhaul motor Anda dengan standar kualitas industri!